Rabu, 04 April 2012

Otak Kiri Versus Otak Kanan

Secara fisik otak terdiri dari dua bagian, sebelah kiri dan sebelah kanan. Teori struktur dan fungsi pikiran menyatakan bahwa dua belah otak yaitu otak kiri dan otak kanan mengendalikan dua pendekatan cara berpikir yang berbeda. Teori ini juga menyatakan bahwa masing-masing orang cenderung menonjol berpikir dengan salah satu antara otak kiri atau otak kanan.

Eksperimen menunjukkan bahwa otak kiri dan otak kanan bertanggungjawab terhadap cara berpikir yang berbeda antara orang yang satu dengan lainnya. Tabel berikut mengilustrasikan perbedaan berpikir otak kiri dan otak kanan.

Fungsi Otak Kiri:

- Objektif
- Menggunakan logika
- Orientasi detail
- Fakta
- Kata dan bahasa
- Sekarang dan masa lalu
- Matematika dan ilmu pasti
- Memahami
- Mengakui
- Persepsi urutan/pola
- Mengetahui nama objek
- Berdasarkan realita
- Menghasilkan strategi
- Praktis
- Mengambil sikap aman


Fungsi Otak Kanan:

- Subjektif
- Senggunakan perasaan
- Orientasi keseluruhan
- Imajinasi
- Simbol dan gambar
- Sekarang dan masa depan
- Filosofi dan agama
- Meyakini
- Menghargai
- Persepsi ruang
- Mengetahui fungsi objek
- Berdasarkan fantasi
- Memberikan kemungkinan
- dorongan
- Mengambil resiko

Kebanyakan orang mempunyai kecenderungan tersendiri dari dua cara berpikir ini. Sebagian orang cenderung menonjol otak kirinya, sebagian lagi cenderung menggunakan otak kanannya, dan sebagian lagi memiliki kemampuan berpikir menggunakan otak kiri dan otak kanannya secara seimbang. Otak kiri fokus pada berpikir logis, analitis dan akurasi. Otak kanan fokus pada estetika, perasaan dan kreativitas.






Tes otak kiri versus otak kanan
Berdasarkan kecenderungan penggunaan otak maka profesi yang cocok untuk orang yang berpikir dengan dominasi otak kiri antara lain programmer, ahli ilmu pasti, dokter, dsb. Sedangkan orang yang penggunaan otak kirinya dominan mempunyai bakat yang kuat untuk menjadi seniman, arsitek, penari, desainer, dsb.

Nah, setelah dilalukan ujicoba pd alat tes di atas. sekarang kalian sudah mengetahui, kalian cenderung menggunakan otak kanan atau otak kiri. Mulai saat ini coba kita perhatikan pola pikir kita dengan di sesuaikan pada keterangan *Fungsi Otak Kanan atau Kiri* yang berada di atas.
terimakasih, semoga bermanfaat.


Daftar Pustaka:
Tim Olvista .com

Minggu, 01 April 2012

Stres dan Penanggulangannya

Hidup manusia ditandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Tetapi pada kenyataannya seringkali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak rintangan dan hambatan.
Tekanan-tekanan dan kesulitan-kesulitan hidup ini sering membawa manusia berada dalam keadaan stress. Stress dapat dialami oleh segala lapisan umur.
Stress dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis. Kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia menimbulkan stress biologis yang menimbulkan berbagai reaksi pertahanan tubuh. Sedangkan stress psikologis dapat bersumber dari beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan rasa sejahtera dan keseimbangan hidup.

SUMBER STRESS

Sumber stress dapat digolongkan dalam bentuk-bentuk:

1. Krisis

Krisis adalah perubahan/peristiwa yang timbul mendadak dan menggoncangkan keseimbangan seseorang diluar jangkauan daya penyesuaian sehari-hari. Misalnya: krisis di bidang usaha, hubungan keluarga dan sebagainya.

2. Frutrasi

Frustrasi adaah kegagalan dalam usaha pemuasan kebutuhan-kebutuhan/dorongan naluri, sehingga timbul kekecewaan. Frutrasi timbul bila niat atau usaha seseorang terhalang oleh rintangan-rintangan (dari luar: kelaparan, kemarau, kematian, dan sebagainya dan dari dalam: lelah, cacat mental, rasa rendah diri dan sebagainya) yang menghambat kemajuan suatu cita-cita yang hendak dicapainya.

3. Konflik

Konflik adalah pertentangan antara 2 keinginan/dorongan yaitu antara kekuatan dorongan naluri dan kekuatan yang mengenalikan dorongan-dorongan naluri tersebut.

4. Tekanan

Stress dapat ditimbulkan tekanan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang besar yang harus ditanggungnya. (Dari dalam diri sendiri: cita-cita, kepala keluarga, dan sebagainya dan dari luar: istri yang terlalu menuntut, orangtua yang menginginkan anaknya berprestasi).

AKIBAT STRESS

Akibat stress tergantung dari reaksi seseorang terhadap stress. Umumnya stress yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung sering berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur). Kecemasan yang berat dan berlangsung lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam menjalankan fungsi-fungsi hidupnya dan pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa.

REAKSI TERHADAP STRESS

Reaksi seseorang terhadap stress berbeda-beda tergantung dari:
1. Tingkat kedewasaan kepribadian
2. Pendidikan dan pengalaman hidup seseorang

Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stress:
1. menghadapi langsung dengan segala resikonya.
2. menarik diri dan tak tahu menahu tentang persoalan yang dihadapinya/lari dari kenyataan.
3. menggunakan mekanisme pertahanan diri.

PENANGGULANGAN STRESS
• Mengenal dan menyadari sumber-sumber stress.
• Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup.
• Mengembangan hidup sehat. Antara lain dengan cara: merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dan sebagain
• ya.
• Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadaNYa.
• Minta bimbingan kepada sahabat dekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa rohaninya, dan sebagainya).
• Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah baru.

Semoga Bermanfaat...

Kurang lebihnya mohon maaf, trimakasih....